Welcome Blogger

Welcome to my personal blog that consist of opinion, story, information sharing about travelling, culture, poem, public relation, marketing and branding. Feel free to blogwalking and click HERE to follow this blog

Diskursif Cinta

Diskursif Cinta

“Sedang berada pada kondisi dimana saya kesulitan untuk berpikir.
Biasanya saya pergi ke mana, Tuhan akan ikut beritahu arahnya.
Saya pergi lagi, dan Tuhan masih menemani untuk beritahu jalannya.
Kali ini… Saya yang harus berhenti
dan mengikuti kemana Tuhan mau saya melangkah.”
- Dari sebuah pendopo usang di pinggiran ibukota -

 
Selamat pagi, malam….

Ada perbincangan sederhana yang menggenapi malam hingga terlihat tidak sepekat biasanya. Melaju tanpa alur yang mengisahkan, lantas kembali tenggelam pada sinar sang peraduan.

Ada yang menarik tentang angan yang bersimpuh pada sebuah nama yang tengah mengelak cinta. Menghardik sapa yang tak terhantarkan, lantas sedang bersiap menghilang tanpa ucap kata tersahutkan.

Aku terhenti pada titik kulminasi,
tempat di mana kejenuhan mencapai tingkat tertinggi dalam pusara.
Aku terhenti pada keengganan bahwa ternyata aku jatuh cinta…
Pada apa-apa yang tidak pernah aku ketahui dimana arahnya.
Aku jatuh cinta…
Pada rangkaian kehilangan yang mengelak tanpa mampu tertahan,
pada sengketa rasa yang membuatnya terperosok lebih dalam lagi.

Bersama kamu, aku tidak pernah berusaha menjadi yang paling hebat.
Bersama kamu, aku mengerti bagaimana caranya menundukkan ego yang seringkali terabaikan.
Bersama kamu, aku merasa cukup, tanpa ada tendensi untuk menjadi lebih.

Aku mencintaimu jauh sebelum aku menemukan ada nama lain telah tersemat dalam-dalam. Mengisi ruang hati yang kamu dedikasikan hanya untuknya.
Aku mencintaimu tanpa peduli apa yang pernah terjadi di masa lalumu.
Aku mencintaimu dengan semua bentuk penerimaan yang bahkan tidak bisa ditoleransi.

Tapi, kini…
Aku kehabisan tenaga untuk membuktikan ada cinta yang ingin terus-terusan kuhabiskan bersamamu.
Aku kelelahan untuk meyakinkan diri bahwa kita terbentang jarak sebegitu jauhnya.

Jarak antara Tuhanku dan Tuhanmu yang tak pernah bisa kita jembatani.
Jarak antara aku dan kamu yang tak bisa kita lalui karena ada sosok lain yang lebih dulu hadir mengisi tahun-tahun terakhirmu menghabiskan masa kesendirian.

Kamu tahu, sayang?
Ada cinta yang hadir begitu saja, tanpa bisa dicegah.
Ada cinta yang menyeruak, tanpa pernah diminta untuk hadir
Ada cinta yang muncul, tanpa perlu masa pencarian yang tidak berkesudahan.
Dan itu kamu…
Kamu datang begitu saja, tanpa bisa aku kendalikan.
Kamu dan aku berharap menjadi kita, yang lantas bertemu di satu titik. Masa dimana cinta hadir dan membuatku (mungkin kamu) enggan beranjak.

Aku tengah menghancurkan benteng pertahanan diri untuk kemudian memilih masuk ke dalam dirimu. Menyatu dalam setiap detak nafas yang terhembuskan.
Aku tengah melebur bersama sebagian diriku, ketika memilih bersamamu yang tak pernah bisa kumiliki seutuhnya.

Aku pernah besenda dalam gurau ketika pernah ingin memilih untuk mengikutimu.
Ada hal yang sempat terbersit ketika berpikir bahwa kamu adalah satu-satunya alasan yang ingin aku perjuangkan.
Entah hingga di titik mana…
Kita hanya sedang menghitung waktu…
Bersama-sama menunggu hari dimana kita akan menghentikan langkah.

Selamat Pagi, Malam....

1 comment:

  1. Mantap banget bait syairnya, santun dan penuh sarat dengan hikmah, terima kasih salam kenal mba

    ReplyDelete


Thanks for visit my blog
Kindly leave your comment here

Regards,
Tika Sylvia Utami
Head of Marketing foodpanda Indonesia | Marketing Communication | Public Relation | Philosophy Universitas Indonesia | Writing, Editing, Journalism | Blogger | Contributor Writer | Digital Media Enthusiast

https://soundcloud.com/tika-sylvia-utami
Twitter: @Tikasylviautami

Background Rangka