Welcome Blogger

Welcome to my personal blog that consist of opinion, story, information sharing about travelling, culture, poem, public relation, marketing and branding. Feel free to blogwalking and click HERE to follow this blog

Dosa Termanis dalam Kelam Penceritaan

Aku mendiami senja yang kala itu meratap manis,
dengan lembayung sederhana yang mewarisi semburat jingga.
Mengesankan langit maha eksotis dalam tatap nanar,
Menjadikan masa lalu selayaknya laboratorium kehidupan dalam observasi tingkah laku sang subjek.

Kamu, adalah satu-satunya masa lalu yang tak ingin aku ungkap keberadaannya.
Masa lalu yang ingin aku tanggalkan hingga tak lagi tersentuh.
Dosa termanis yang ingin aku tutup dalam lembar kelam penceritaan.
Membiarkannya tetap berada pada pintu terlarang yang akan selalu tertutup.

Aku minta maaf…
Pada rangkaian kesalahan yang tak pernah sengaja dihantarkan sang pemanah hati.
Maaf…
Karena tengah hadir dan menghancurkan tatanan kehidupan yang telah kamu ciptakan bersamanya.
Maaf…
Karena pernah bersamamu adalah kesalahan terbesar yang tak bisa dimaafkan.

Pernah tahu bagaimana rasanya menyalahkan diri sendiri terus menerus?
Atas kebohongan yang selalu aku abaikan keberadaannya,
Atas kesalahan yang membuatku membenci diri sendiri.
Hingga pergi dan tak kembali adalah satu-satunya cara agar aku bisa memaafkan diriku.

Ada kalanya keheningan adalah hadiah terbaik.
Satu-satunya perantara yang mampu masuk ke dalam pemikiran tidak bertuan,
Tanpa pernah bertendensi untuk menyalahkan.

Aku membiarkanmu berdiam saja di sana,
Pada bagian terjauh yang tak mampu tergapai hati.
Pada sudut tertutup yang tak pernah lagi ingin aku singgahi.
Karena mengingatmu, hanya akan menghadirkan percik rasa bersalah yang terus menerus menghantui.
Membelenggu dengan rangkaian kesalahanku yang tidak termaafkan ketika aku berhadapan dengan sosok lain
Memburuku dengan dogma yang menghujat,
Seolah semua mata menghunus tajam tanpa bisa aku kendalikan.

Hal terbaik dari sebuah perpisahan adalah penerimaan tanpa penghabisan,
Karena melupakan adalah upaya terkeras yang tak akan membuahkan hasil.
Kita pernah kesulitan untuk melupakan.
Katamu, ini bukan tentang bisa melupakan atau bukan…
Ini tentang sebuah keharusan
Sementara masa tengah beranjak tanpa pernah memihak,
Aku dan kamu telah melangkah kembali pada jalan semula.
Menyusuri kisah, bersama sosok yang telah kita temukan.
… dan kita pilih masing-masing

Aku menjauh hingga perlahan kita akan mampu berjalan pada arah masing-masing
Tanpa perlu saling menghiraukan,
Tanpa perlu kembali menoleh,
Tanpa perlu kembali menautkan asa,

Karena kamu… adalah dosa termanis yang tak pernah ingin aku ulang keberadaannya.



No comments:

Post a Comment


Thanks for visit my blog
Kindly leave your comment here

Regards,
Tika Sylvia Utami
Head of Marketing foodpanda Indonesia | Marketing Communication | Public Relation | Philosophy Universitas Indonesia | Writing, Editing, Journalism | Blogger | Contributor Writer | Digital Media Enthusiast

https://soundcloud.com/tika-sylvia-utami
Twitter: @Tikasylviautami

Background Rangka